Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyah

Biografi Nabi Bagian V

Wafatnya Nabi Muhammad SAW Nabi Muhammad Wafat  Nabi Muhammad mulai merasa sakit ketika sedang di rumah Sayyidah Maimunah pada hari Rabu, dua malam terakhir dari bulan Shafar. Pada saat itu, Nabi menderita pening disertai demam. Pada hari-hari terakhir dalam kehidupannya, Nabi Muhammad juga merasakan sakit yang sangat akibat makanan yang dimakan ketika berada di Khaibar beberapa tahun sebelumnya. "Sekarang saatnya aku merasakan terputusnya urat nadiku karena racun tersebut," kata Nabi Muhammad dalam satu hadits, seperti diriwayatkan Bukhari. Setelah merasa tubuhnya semakin berat dan sakitnya semakin parah, Nabi Muhammad meminta izin kepada istri-istrinya agar beliau dirawat di rumah Sayyidah Aisyah. Semua istri Nabi mengizinkan. Beliau kemudian masuk ke rumah Aisyah pada hari Senin dan wafat pada hari Senin berikutnya. Persisnya, ketika waktu Dhuha sedang memanas pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 H (6 Juni 632 M) di Madinah. Pada saat itu, beliau berusia 63 tahun lebih em...

Biografi Nabi Bagian IV

 Perang yang pernah diikuti Sayyidina Muhammad SAW izar Abazhah dalam bukunya Perang Muhammad, Kisah Perjuangan dan Pertempuran Rasulullah (2011) menjelaskan, ada tiga alasan mengapa Nabi Muhammad sampai berperang.  1. Pertama, melayani serangan musuh dan mempertahankan diri seperti yang terjadi dalam Perang Badar, Uhud, dan Khandaq.   2. Kedua, memberi pelajaran terhadap musuh yang mencari gara-gara atau bersekongkol mengganggu kaum Muslim—meski sudah ada nota perjanjian atau kerja sama—seperti Perang Bani Quraidhah, Khaibar, Muth’ah, dan lainnya.   3. Ketiga, menggagalkan rencana musuh yang mengancam kaum Muslim Seperti Perang Tabuk dan sejumlah ekspedisi datasemen yang dikirim Nabi ke beberapa wilayah untuk mencegah suku-suku mempersiapkan penyerangan terhadap kaum Muslim di Madinah  Selama kurang lebih sepuluh tahun di Madinah, terjadi peperangan antara pasukan umat Islam dan musuh-musuhnya sebanyak 64 kali. 'Hanya' 26 peperang yang ...

Biografi Nabi bagian III

 Istri- Istri dan putra Nabi Muhammad SAW Berbeda dengan umat Islam yang dibatasi hanya boleh beristri empat sekali waktu—dengan syarat adil, Nabi Muhammad diberi kekhususan oleh Allah untuk beristri lebih dari itu. Dijelaskan Ibnu Hazm al-Andalausi dalam Intisari Sirah Nawabiyah (2018), Sayyidah Khadijah binti Khuwailid adalah istri pertama Nabi Muhammad. Sayyidah Khadijah wafat tiga tahun sebelum hijrah dan Nabi Muhammad tidak menikahi wanita lainnya hingga istrinya yang pertama itu wafat.       Ketika Sayyidah Khadijah wafat, Nabi Muhammad menikahi Saudah binti Zam’ah pada tahun kesepuluh kenabian atau tiga tahun sebelum hijrah. Sebetulnya 'rencana' dan usulan perkawinan Nabi dan Saudah tidak datang dari beliau sendiri, melainkan dari Khaulah binti Hakim, sahabat Sayyidah Khadijah. Khaulah merasa prihatin dengan Nabi Muhammad yang hidup sendiri setelah ditinggal wafat Khadijah.  Dalam Bilik-bilik Cinta Muhammad (2018) Nizar Abazhah menjelaskan ...

Biografi Nabi bagian II

 Pernikahan dengan Sayyidah Khadijah hingga hijrah ke Madinah Nabi Muhammad menikah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid ketika berusia 25 tahun—sementara Sayyidah Khadijah berumur 40 tahun. Keduanya mengarungi bahtera rumah tangga selama kurang lebih 25 tahun, hingga Sayyidah Khadijah wafat. Dalam rentang waktu itu, Nabi Muhammad berumah tangga secara monogami—hanya dengan Sayyidah Khadijah saja dan tidak menikah dengan wanita lainnya.

Biografi Nabi bagian I