Biografi Nabi Bagian V
Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad Wafat
Nabi Muhammad mulai merasa sakit ketika sedang di rumah Sayyidah Maimunah pada hari Rabu, dua malam terakhir dari bulan Shafar. Pada saat itu, Nabi menderita pening disertai demam. Pada hari-hari terakhir dalam kehidupannya, Nabi Muhammad juga merasakan sakit yang sangat akibat makanan yang dimakan ketika berada di Khaibar beberapa tahun sebelumnya. "Sekarang saatnya aku merasakan terputusnya urat nadiku karena racun tersebut," kata Nabi Muhammad dalam satu hadits, seperti diriwayatkan Bukhari. Setelah merasa tubuhnya semakin berat dan sakitnya semakin parah, Nabi Muhammad meminta izin kepada istri-istrinya agar beliau dirawat di rumah Sayyidah Aisyah. Semua istri Nabi mengizinkan. Beliau kemudian masuk ke rumah Aisyah pada hari Senin dan wafat pada hari Senin berikutnya. Persisnya, ketika waktu Dhuha sedang memanas pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 H (6 Juni 632 M) di Madinah. Pada saat itu, beliau berusia 63 tahun lebih empat hari.
Beliau dikafani dengan tiga baju (lapis) berwarna putih, bukan berbentuk gamis (kemeja) atau imamah (sorban). Al-Abbas adalah orang yang pertama menshalati jenazah Nabi Muhammad, kemudian diikuti Bani Hasyim, kaum Muhajiri, Anshor, dan umat Islam secara umum. Nabi Muhammad dimakamkan di tempat dicabutnya ruhnya. Al-Abbas, Ali bin Abi Thalib, Al-Fadhl, kedua putera Al-Abbas: Qatsam dan Syaqran, Usamah bin Zaid, dan Aus bin Huli adalah orang-orang yang turun ke liang lahat untuk menyambut jenazah Nabi Muhammad. "Di atas makam beliau dibangun tatanan batu bata. Dikatakan tatanan batu bata terdiri dari sembilan batu bata. Kemudian para sahabat mengurukkan tanah, dan menjadikan makam beliau dalam bentuk rata, setelah itu diperciki dengan air di atasnya,," demikian keterangan dalam satu riwayat Al-Hakim Abu Ahmad.
Komentar
Posting Komentar